Artikel

10 Penyakit Lansia dan Cara Mencegahnya dengan Hidup Sehat

Ilustrasi lansia sehat

Manusia yang sedang mengalami fase lanjut usia (lansia) sering kali memiliki masalah kesehatan atau penyakit tertentu. Hal ini karena adanya perubahan fisiologi secara alami pada tubuh.

Salah satu jenis penyakit yang paling sering ditemukan di fase ini adalah penyakit tidak menular (PTM), seperti penyakit jantung, stroke, hingga masalah kesehatan tulang. Mengapa PTM lebih sering muncul pada usia senja? Penyakit apa saja yang umum dijumpai di fase ini?

Dalam artikel kali ini, Anda akan melihat 10 jenis penyakit lansia yang umum terjadi. Anda juga akan lebih mengetahui tindakan preventif dan cara mendeteksinya sejak dini. 

10 Jenis Penyakit Lansia yang Umum Terjadi

1. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Merujuk artikel oleh Wulandari, dkk. (2022) dalam Jurnal Cendekia Muda, hipertensi merupakan suatu keadaan terjadinya peningkatan tekanan darah secara abnormal dan kontinu pada beberapa kali pemeriksaan. Penyakit ini sering menyebabkan perubahan pada pembuluh darah sehingga tekanan darah semakin tinggi.

Hipertensi, yang kerap dikenal sebagai penyakit lansia, tidak boleh dibiarkan begitu saja. Tekanan darah yang tidak terkontrol bisa memicu masalah serius, mulai dari gangguan pada jantung, pembuluh darah, ginjal, hingga stroke.

2. Diabetes Melitus

Diabetes mellitus, juga disebut sebagai kencing manis, merupakan salah satu penyakit lansia yang paling umum ditemui.

Rusdi (2020) dalam “Hipoglikemia pada pasien diabetes melitus” menerangkan, penyakit ini tergolong gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau resistensi insulin.

Pada usia lanjut, gangguan ini disebabkan oleh tubuh yang tidak menggunakan kadar gula secara efisien.

Baca Juga: Apa Itu Diabetes Melitus? Kenali Gejala & Cara Cek Diabetes

3. Osteoarthritis dan Rematik

Selain organ tubuh bagian dalam, gangguan pada alat gerak juga kerap dijumpai pada fase lansia, salah satunya adalah osteoarthritis. Artikel “Faktor Resiko Osteoarthritis” menjelaskan, osteoarthritis merupakan salah satu penyakit lansia berupa penyakit sendi degeneratif yang prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia dan menyebabkan penurunan fungsi serta penurunan kualitas hidup pasien.

Gangguan yang menyerang alat gerak ini biasanya disertai dengan gejala kekakuan sendi, nyeri sendi, dan disfungsi sendi. Namun, masalah utama bagi sebagian besar pasien adalah nyeri atau rasa sakit pada sendi.

Sementara itu, rematik merupakan peradangan kronis pada sendi, otot, hingga jaringan ikat. Gangguan ini memiliki gejala utama berupa nyeri, bengkak, kaku, hingga kemerahan.

4. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit lansia yang sering ditemukan. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan plak yang menyumbat arteri koroner dan menghambat aliran darah ke jantung.

5. Stroke

Sebagai salah satu penyakit lansia yang berbahaya, stroke patut diwaspadai dan diketahui sejak awal. Pasalnya, lansia membutuhkan pertolongan pertama untuk memulihkannya agar otak tidak mudah rusak.

Mayo Clinic menyebutkan, stroke terjadi saat darah yang masuk ke otak tidak terpenuhi. Jika tidak ditangani dengan benar, penyakit ini bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak.

6. Demensia dan Alzheimer

Selain penyakit lansia yang mengganggu mobilitas dan sistem peredaran darah, ada pula penyakit yang mengganggu fungsi otak, yakni demensia dan alzheimer. Kedua penyakit ini mengganggu daya ingat para lansia.

Alzheimer sendiri juga merupakan salah satu bentuk demensia yang umum dikenali. Penyakit ini menyebabkan penderitanya sulit berpikir dan mampu menyebabkan perubahan perilaku.

7. Osteoporosis

Osteoporosis atau pengeroposan tulang menjadi gangguan alat gerak yang sulit dihindari saat menginjak usia tua. Dilansir Cleveland Clinic, penyakit lansia yang satu ini membuat tulang melemah dan menipis akibat berkurangnya ketebalan tulang.

8. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)

Sebagai salah satu penyakit lansia, PPOK adalah peradangan pada paru-paru jangka panjang yang mengakibatkan aliran udara lebih terbatas, sesak napas, batuk kronis, hingga menghasilkan dahak.

Biasanya, gangguan ini terjadi di usia tua karena kebiasaan masa lalu si penderita, seperti kebiasaan merokok hingga paparan polusi.

9. Katarak

Organ penglihatan juga turut mengalami penurunan fungsi saat menginjak usia tua. Katarak merupakan penyakit lansia yang ditandai dengan adanya selaput berwarna putih pada lensa mata. Hal ini membuat pandangan menjadi buram dan terasa berkabut.

Penyakit ini umumnya disebabkan oleh kebiasaan buruk tertentu, misalnya merokok, hingga gangguan seperti diabetes mellitus.

10. Gangguan Fungsi Ginjal

Memasuki usia yang tidak muda lagi, lansia lebih berisiko mengalami gangguan ginjal yang kerap dikategorikan sebagai penyakit lansia. Penyakit ginjal ini, jika tidak ditangani dengan baik, dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit lain, misalnya jantung hingga gagal ginjal.

Oleh karena itu, lansia harus tetap menjaga dirinya agar tetap terhidrasi dan membatasi asupan obat-obatan di luar dari resep dokter.

Pola Hidup Sehat untuk Menghindari Penyakit di Hari Tua

Sumber: Unsplash/Ryan Reinoso

Usia lanjut memang tidak dapat dihindari, begitu pula segudang penyakit yang menyertainya. Kendati demikian, bukan berarti Anda tidak dapat mencegahnya.

Ada beberapa tindakan preventif yang bisa Anda lakukan untuk menghindari penyakit dan gangguan kesehatan yang kemungkinan terjadi di hari tua nanti. Berikut beberapa pola hidup sehat yang dapat dipraktikkan:

  • Manajemen Nutrisi: Hal ini dapat dilakukan dengan memperbanyak serat, mengurangi garam, gula, dan lemak jenuh.
  • Aktivitas Fisik Terukur: Mulailah untuk berolahraga ringan seperti lari, bersepeda, atau berenang secara rutin. 
  • Kualitas Tidur: Menjaga kualitas tidur dan menghindari insomnia untuk menjaga daya tahan tubuh. 
  • Kesehatan Mental dan Sosial: Jaga kesehatan mental dengan melakukan hal-hal positif dan bersosialisasi dengan baik. 

Pentingnya Deteksi Dini di Laboratorium

10 penyakit lansia

Sumber: Unsplash/CDC

Gejala penyakit pada usia lanjut sering kali tidak terlihat di tahap awal. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin. Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk memantau kadar gula darah, kolesterol, hingga fungsi organ lainnya.

Jika Anda masih bingung mencari layanan konsultasi kesehatan yang tepat, Anda dapat  mengunjungi Jitu Toto Akupuntur. Layanan kesehatan Jitu Toto Akupuntur memungkinkan Anda untuk menjaga kualitas hidup masa tua dengan deteksi dini.

Berikan perhatian terbaik bagi diri sendiri atau orang tua tercinta dengan Paket General Check Up Gold dari Jitu Toto Akupuntur. Pemeriksaan lengkap ini membantu untuk mendeteksi risiko penyakit jantung, ginjal, hati, hingga hormonal dan kanker.

Segera jadwalkan pemeriksaan kesehatan Anda dengan Jitu Toto Akupuntur. Hubungi tim kami untuk melakukan penjadwalan atau konsultasi kondisi Anda.

Jangan hanya mendambakan hidup yang sehat; bergeraklah sekarang! Lakukan pemeriksaan dini secara rutin bersama Jitu Toto Akupuntur dan terapkan pola hidup sehat yang lebih terkontrol untuk masa tua yang lebih sehat dan bahagia.

 

FAQ

Apa saja penyakit lansia yang umum terjadi?

Terdapat beberapa penyakit umum yang terjadi pada lansia, mulai dari gangguan penglihatan (katarak), gangguan mobilitas seperti osteoporosis, hingga gangguan seperti stroke dan gagal jantung. 

Apa saja 10 langkah sehat untuk lansia?

Berikut beberapa langkah sehat yang bisa dilakukan untuk mencegah berbagai risiko penyakit lansia:

  1. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih
  2. Melakukan cek kesehatan secara rutin
  3. Mengurangi konsumsi gula berlebih
  4. Rajin berolahraga ringan
  5. Menjaga kesehatan mental
  6. Memahami risiko penyakit sejak awal
  7. Mengetahui tindakan pertama untuk segala penyakit yang umum terjadi pada lansia.
  8. Mengurangi konsumsi obat berlebih
  9. Memakan makanan bergizi dan sesuai dengan anjuran dokter
  10. Berkonsultasi dengan baik kepada para ahli

Apa yang sebaiknya dilakukan oleh seseorang berusia 70 tahun setiap hari?

Di usia 70 tahun, lansia perlu fokus untuk memelihara pola hidup sehatnya, yaitu dengan melakukan aktivitas fisik ringan, memenuhi nutrisi dengan baik, hingga menjaga kesehatan mental.

 

Referensi:

Konsultasi dengan Tim Ahli Kami

Dapatkan solusi medis yang disesuaikan untuk Anda