7 Contoh Kecelakaan Kerja di Kantor yang Sering Diremehkan
Kecelakaan kerja tidak hanya terjadi pada mereka yang bekerja di pabrik atau lapangan. Anda yang merupakan pekerja kantoran, yang aktivitas hariannya hampir selalu berada di dalam ruangan, juga berpotensi mengalami “silent hazards” atau ‘bahaya tersembunyi’.
Banyak karyawan yang mengabaikan gejala fisik ringan saat mengalami silent hazards di kantor. Padahal, kondisi tersebut merupakan dampak dari kecelakaan kerja administratif, seperti terbentur, tersandung, hingga luka yang membutuhkan pertolongan pertama.
Pada artikel kali ini, Anda akan memahami lebih dalam mengenai contoh kecelakaan kerja di kantor dan cara menanganinya dengan baik.
Mengapa Keselamatan Kerja di Kantor Sering Terabaikan?
Keselamatan kerja di kantor kerap diabaikan karena kurangnya pemahaman karyawan mengenai K3 atau Kesehatan dan Keselamatan Kerja di sektor perkantoran.
Di samping itu, kebanyakan cedera yang dialami di lingkungan perkantoran bersifat akumulatif. Rasa sakit yang timbul mungkin tidak seberapa sehingga tidak dihiraukan. Padahal, apabila dibiarkan begitu saja, dampak yang telah menumpuk dapat menyebabkan kondisi yang membahayakan.
Contoh Kecelakaan Kerja di Kantor dan Risikonya
Sebelum masuk ke contoh, mari pahami terlebih dahulu apa itu kecelakaan kerja.
Menurut Permenaker No. 5 Tahun 2021, kecelakaan kerja diartikan sebagai kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya, serta penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.
Adapun beberapa contoh kecelakaan kerja di lingkungan perkantoran meliputi sebagai berikut:
1. Cedera Otot dan Tulang

Sumber: Magnific/Freepik
Cedera otot dan tulang akibat ergonomi atau lingkungan kerja yang buruk menjadi salah satu jenis kecelakaan kerja yang umum terjadi di kantor. Hal ini bisa disebabkan oleh kondisi duduk yang terlalu lama dengan posisi kursi yang tidak ergonomis.
Cedera otot bahkan dapat menyebabkan low back pain hingga yang terberat adalah saraf terjepit. Apabila area pinggang sudah mulai terasa tidak nyaman, pastikan agar segera memeriksakan diri dengan melakukan medical check-up.
Baca Juga: Persyaratan Medical Check Up untuk Karyawan: Apa Saja yang Harus Disiapkan?
2. Terpeleset dan Tersandung
Selain cedera otot, terpeleset ataupun tersandung juga tergolong contoh kecelakaan kerja di kantor. Pekerja bisa mengalami ini karena beberapa hal, misalnya lantai yang licin atau kabel komputer yang berantakan dan melilit.
3. Computer Vision Syndrome (CVS)
Sebagai karyawan yang menghabiskan waktu di dalam ruangan dan hanya berkutat di depan laptop atau komputer, gangguan penglihatan tentu menjadi terganggu. Karyawan dapat terkena kondisi yang disebut sebagai Computer Vision Syndrome (CVS).

Sumber: Magnific/freepic.diller
Pratiwi, dkk. (2020) dalam artikelnya yang terbit dalam Jurnal An-Nadaa menjelaskan, Computer Vision Syndrome (CVS) adalah istilah yang merujuk pada kumpulan gejala berupa rasa tegang pada mata, rasa tidak nyaman pada mata, sakit kepala, mata kering, penglihatan buram pada jarak dekat, dan penglihatan ganda yang terjadi pada pengguna komputer. CVS umumnya dipicu oleh pencahayaan perangkat yang buruk.
4. Tertimpa Benda dari Rak atau Lemari
Selain komputer dan alat kerja kantor lainnya, benda-benda seperti rak atau lemari juga dapat memicu kecelakaan di kantor. Contoh kecelakaan kerja yang mungkin terjadi bisa berupa tertimpa benda dari lemari hingga rak yang terjatuh karena beban yang terlalu berat.
5. Kecelakaan Listrik Ringan

Sumber: Unsplash/Jakub Żerdzicki
Kelistrikan juga dapat memicu kecelakaan kerja dan bahkan membahayakan karyawan hingga berakibat fatal. Kecelakaan ini bida disebabkan oleh stop kontak yang bertumbuk (dalsy chaining) hingga yang dapat memicu arus pendek.
6. Stres Kerja dan Gangguan Psikososial
Tidak hanya fisik dan fisiologis tubuh yang menyebabkan kecelakaan, stres kerja dan gangguan psikososial juga berpengaruh besar terhadap para karyawan. Jika ini tidak ditangani dengan baik, maka risiko kecelakaan akan meningkat.
7. Kualitas Udara Ruangan yang Buruk (Sick Building Syndrome)

Sumber: Magnific/pressfoto
Sebelum gedung perusahaan atau sebuah kantor dibangun, kualitas ruangan perlu menjadi pertimbangan utama. Kualitas ruangan yang buruk dapat memicu sick building syndrome bagi para karyawan.
Menurut artikel “Sick Building Syndrome” oleh Burge (2004), sick building syndrome terjadi akibat kurang baiknya rancangan, pengoperasian dan pemeliharaan gedung. Gejala yang muncul biasanya berupa iritasi pada kulit, mata, dan nasofaring, sakit kepala, letih, lesu, mual, batuk, hingga sesak.
Dampak Kecelakaan Kerja bagi Performa Perusahaan
Kecelakaan kerja menjadi salah satu faktor yang harus dihindari dan menjadi perhatian utama perusahaan. Berikut beberapa dampak kecelakaan kerja bagi performa perusahaan:
- Angka absensi karyawan meningkat karena banyaknya angka kecelakaan kerja dan minimnya edukasi terkait keselamatan kerja.
- Efisiensi kerja menjadi menurun dan bahkan dapat meningkatkan biaya kompensasi kesehatan perusahaan yang terus meningkat.
Strategi Pencegahan: Langkah Sederhana untuk Menciptakan Kantor yang Aman
Kecelakaan kerja mungkin tak dapat dihindarkan. Kendati demikian, terdapat beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensinya. Berikut beberapa di antaranya:
- Melakukan stretching atau senam perkantoran singkat setiap 2 jam sebelum mulai bekerja
- Melakukan audit kesehatan melalui medical check-up rutin untuk mendeteksi risiko akibat kerja secara dini
- Memastikan peralatan kantor yang dipakai sudah aman
- Mengadakan pelatihan dan edukasi terkait keselamatan kerja
- Memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit
Pekerja Korporat Tetap Sehat bersama Jitu Toto Akupuntur
Kesehatan merupakan investasi bagi diri sendiri. Oleh sebab itu, selain menjaga kondisi tubuh sehari-hari, Anda juga perlu menjaga diri dari kecelakaan di lingkungan kerja guna mempertahankan produktivitas.
Jangan tunggu hingga kecelakaan kerja terus-menerus menimpa anda. Konsultasikan kesehatan tim Anda dengan Jitu Toto Akupuntur melalui WhatsApp untuk solusi K3 yang tepat.
Anda juga dapat memilih dan melihat berbagai paket Layanan MCU Perusahaan yang tersedia di Jitu Toto Akupuntur untuk memastikan karyawan dan tim Anda bekerja dalam kondisi yang prima.
FAQ
Apa saja contoh kecelakaan kerja yang paling sering terjadi di kantor?
Contoh kecelakaan kerja yang sering terjadi di kantor seperti cedera otot, tertimpa benda dari rak atau lemari, kecelakaan listrik ringan, stres kerja dan gangguan psikososial, hingga sick building syndrome.
Siapa yang bertanggung jawab jika karyawan cedera saat bekerja di kantor?
Orang yang bertanggung jawab jika karyawan cedera di kantor adalah pihak perusahaan atau pemberi kerja.
Mengapa perusahaan perlu melakukan MCU rutin untuk karyawan kantor?
Perusahaan perlu melakukan medical check-up rutin guna mendeteksi penyakit sejak dini, meningkatkan produktivitas karyawan, dan melakukan tindakan preventif dalam mencegah kecelakaan di kantor.
Referensi:
- BPJS Ketenagakerjaan. (18 Juli 2024). Kecelakaan Kerja: Apa Itu dan Apa Penyebabnya. https://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/artikel/18100/artikel-kecelakaan-kerja:-apa-itu-dan-apa-penyebabnya
- Burge, P. S. (2004). Sick building syndrome. Occupational and environmental medicine, 61(2), 185-190. https://oem.bmj.com/content/61/2/185.short?__cf_chl_tk=M79UfOuney_mBGbhzxBRw3MyeUL1xWUiXzm5hs53Ucg-1778297124-1.0.1.1-uJeKaYyhGODm4sM9NVzmcPFNTCLtSKA1Vh0fO92DOaU
- Pratiwi, A. D., Safitri, A., Junaid, J., & Lisnawaty, L. (2020). Faktor yang berhubungan dengan kejadian computer vision syndrome (CVS) pada pegawai PT. Media kita sejahtera kendari. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 7(1), 41–47. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/ann/article/view/3111