Kolostrum dan ASI: Cairan Emas Pertama untuk Bayi Baru Lahir
Dalam rangka Pekan ASI Sedunia, penting bagi ibu dan keluarga memahami bahwa menyusui dimulai sejak hari pertama kehidupan bayi. Salah satu bagian terpenting dari perjalanan ini adalah kolostrum, ASI pada fase awal laktasi yang diproduksi pada akhir kehamilan dan beberapa hari pertama setelah persalinan.
Kolostrum adalah ASI pada fase awal laktasi yang diproduksi pada akhir kehamilan dan beberapa hari pertama setelah persalinan. Warnanya sering kekuningan dan volumenya relatif sedikit. Namun, jangan terkecoh oleh jumlahnya: kolostrum kaya akan protein, imunoglobulin terutama secretory IgA (sIgA), laktoferin, leukosit, oligosakarida, vitamin dan berbagai komponen bioaktif yang mendukung pertahanan tubuh serta perkembangan saluran cerna bayi.
Karena kandungan dan manfaatnya yang istimewa, kolostrum sering disebut sebagai “cairan emas”.
Sedikit bukan berarti tidak cukup
Salah satu kekhawatiran yang sering muncul pada ibu baru adalah, “Kok ASI saya cuma sedikit?”
Pada beberapa hari pertama, produksi ASI memang masih relatif sedikit dan meningkat secara bertahap. Hal ini merupakan proses fisiologis. Kecukupan ASI tidak dapat dinilai hanya dari banyak atau sedikitnya ASI yang terlihat keluar atau hasil pompa.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah bayi menyusu secara efektif, frekuensi menyusu, tanda transfer ASI, buang air kecil dan besar, kondisi bayi, serta perkembangan berat badannya.
WHO merekomendasikan bayi mulai menyusu dalam satu jam pertama setelah lahir dan menyusu sesuai tanda lapar, baik siang maupun malam.
Mengapa kolostrum penting?
- Mendukung sistem imun
Kolostrum mengandung berbagai faktor imun seperti sIgA dan laktoferin yang membantu melindungi permukaan mukosa dan mendukung pertahanan bayi terhadap mikroorganisme. - Mendukung perkembangan saluran cerna
Berbagai komponen bioaktif dalam ASI membantu proses pematangan dan fungsi saluran cerna bayi. Pada bayi prematur, human milk juga memiliki peran penting dalam strategi nutrisi dan menurunkan risiko komplikasi seperti necrotizing enterocolitis. - Memenuhi kebutuhan awal bayi
Kolostrum memang diproduksi dalam jumlah kecil, tetapi memiliki komposisi yang sesuai dengan fase awal kehidupan bayi. Karena itu, jangan menjadikan volume ASI yang terlihat sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan menyusui.
Kesalahan yang sering terjadi
❌ Menunggu ASI “keluar banyak” baru mulai menyusui
Padahal kolostrum sudah merupakan ASI dan penting diberikan sejak awal.
❌ Menganggap bayi menangis berarti ASI tidak cukup
Tangisan bukan satu-satunya indikator kecukupan ASI. Evaluasi harus melihat kondisi bayi secara keseluruhan.
❌ Memberikan suplementasi tanpa evaluasi
Pada bayi cukup bulan yang sehat, suplementasi tidak diberikan hanya karena kolostrum terlihat sedikit. Bila memang ada indikasi medis, keputusan suplementasi perlu dilakukan berdasarkan kondisi ibu dan bayi, sambil tetap menjaga stimulasi payudara.
❌ Mengabaikan masalah pelekatan
Puting terus-menerus nyeri, bayi sulit melekat atau tampak tidak efektif menyusu merupakan alasan untuk mendapatkan bantuan profesional.
Bagaimana dengan bayi kuning?
Menyusui yang efektif dan asupan ASI yang adekuat membantu mendukung eliminasi bilirubin. Sebaliknya, asupan yang tidak optimal pada hari-hari pertama dapat meningkatkan risiko suboptimal intake hyperbilirubinemia.
Namun, kolostrum bukan berarti “obat pencegah bayi kuning”. Bayi dengan ikterus tetap perlu dinilai berdasarkan usia, kondisi klinis dan kadar bilirubinnya sesuai pedoman.
Kapan perlu konsultasi menyusui?
Jangan menunggu sampai masalah menjadi berat. Konsultasikan bila:
- bayi sulit melekat atau menyusu tidak efektif
• puting terasa nyeri terus-menerus
• ibu merasa produksi ASI tidak meningkat sesuai harapan
• bayi buang air kecil kurang dari yang diharapkan sesuai usianya
• berat badan bayi perlu dievaluasi
• bayi tampak sangat mengantuk atau sulit dibangunkan untuk menyusu
• bayi tampak kuning dan membutuhkan evaluasi
• ibu merasa cemas, kewalahan, atau membutuhkan dukungan
Menyusui adalah proses belajar bersama antara ibu dan bayi. Tidak harus menunggu “gagal” untuk mencari bantuan.
ASI eksklusif sampai kapan?
WHO merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, kemudian dilanjutkan dengan makanan pendamping yang adekuat dan aman sambil tetap menyusui hingga usia 2 tahun atau lebih.
Butuh teman untuk perjalanan menyusui?
Setiap ibu dan bayi punya cerita yang berbeda. Jika ada kendala seperti ASI terasa sedikit, bayi sulit melekat, puting nyeri, atau ibu hanya ingin memastikan proses menyusui sudah berjalan optimal, jangan ragu mencari bantuan.
Laboratorium Diagnostik Jitu Toto Akupuntur Solo menyediakan layanan Konseling Menyusui & MPASI. Untuk informasi dan perjanjian, silakan hubungi Jitu Toto Akupuntur Solo.
Karena mendapatkan bantuan sejak dini bukan berarti gagal menyusui. Justru itu adalah salah satu cara menjaga perjalanan menyusui tetap berjalan dengan baik.
Daftar Pustaka
- Ballard O, Morrow AL. Human Milk Composition: Nutrients and Bioactive Factors. Pediatric Clinics of North America. 2013;60(1):49–74. doi:10.1016/j.pcl.2012.10.002.
- World Health Organization. WHO recommendations for care of the preterm or low-birth-weight infant. Geneva: WHO; 2022.
- Kellams A, Harrel C, Omage S, Gregory C, Rosen-Carole C. ABM Clinical Protocol #3: Supplementary Feedings in the Healthy Term Breastfed Neonate, Revised 2017. Breastfeeding Medicine. 2017;12:188–198. doi:10.1089/bfm.2017.29038.ajk.
- Kemper AR, Newman TB, Slaughter JL, et al. Clinical Practice Guideline Revision: Management of Hyperbilirubinemia in the Newborn Infant 35 or More Weeks of Gestation. Pediatrics. 2022;150(3):e2022058859. doi:10.1542/peds.2022-058859.
- World Health Organization. Breastfeeding. WHO; updated 2024. Rekomendasi mengenai inisiasi menyusu dini, ASI eksklusif 6 bulan, menyusui sesuai kebutuhan, dan melanjutkan menyusui hingga 2 tahun atau lebih.